Badiklat Hukum Jawa Tengah Genjot Literasi Digital Lewat Penguatan Kehumasan
Administrator, 2 bulan yang lalu
|
25
Suasana santai tapi sarat makna terasa dalam acara Coffee Morning Badiklat Hukum Jawa Tengah di Aula Pusparaja, Senin pagi, 3 November 2025. Di hadapan para pegawai, Kepala Seksi Penyelenggaraan, Diah Yuli Pratiwi, memantik semangat baru lewat pengarahan tentang penguatan bidang kehumasan. Menurutnya, humas tak lagi sekadar urusan promosi, melainkan ruang strategis dalam membangun citra lembaga dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan Badiklat.
Dalam sesi evaluasi, Diah memaparkan perkembangan kinerja media sosial Badiklat yang kini aktif di Instagram, YouTube, Facebook, TikTok, dan X. Ia menyebut, capaian positif mulai tampak dari peningkatan jangkauan dan interaksi warganet. Namun, tantangan baru muncul seperti bagaimana menjaga konsistensi dan kualitas narasi agar publik mengenali Badiklat sebagai lembaga hukum yang progresif dan terbuka.
“Publikasi bukan tugas satu seksi, tapi kerja bersama,” ujar Tiwi lugas. Ia menegaskan pentingnya partisipasi lintas bagian dan seksi agar setiap kegiatan di Badiklat memiliki nilai publikasi yang bermakna. Dokumentasi, pelaporan, dan distribusi pesan yang rapi akan menjadi kunci untuk memperkuat branding lembaga di mata masyarakat hukum dan publik luas.
Menutup arahannya, Tiwi menyerukan semangat kolaborasi kreatif. Ia mengajak seluruh pegawai untuk meningkatkan literasi digital dan kepekaan komunikasi publik. Dengan kekuatan cerita yang jujur dan visual yang kuat, Badiklat Hukum Jawa Tengah diharapkan tampil sebagai wajah baru lembaga pelatihan hukum yang informatif, humanis, dan selaras dengan semangat ASN 2030 yang adaptif.
Suasana santai tapi sarat makna terasa dalam acara Coffee Morning Badiklat Hukum Jawa Tengah di Aula Pusparaja, Senin pagi, 3 November 2025. Di hadapan para pegawai, Kepala Seksi Penyelenggaraan, Diah Yuli Pratiwi, memantik semangat baru lewat pengarahan tentang penguatan bidang kehumasan. Menurutnya, humas tak lagi sekadar urusan promosi, melainkan ruang strategis dalam membangun citra lembaga dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan Badiklat.
Dalam sesi evaluasi, Diah memaparkan perkembangan kinerja media sosial Badiklat yang kini aktif di Instagram, YouTube, Facebook, TikTok, dan X. Ia menyebut, capaian positif mulai tampak dari peningkatan jangkauan dan interaksi warganet. Namun, tantangan baru muncul seperti bagaimana menjaga konsistensi dan kualitas narasi agar publik mengenali Badiklat sebagai lembaga hukum yang progresif dan terbuka.
“Publikasi bukan tugas satu seksi, tapi kerja bersama,” ujar Tiwi lugas. Ia menegaskan pentingnya partisipasi lintas bagian dan seksi agar setiap kegiatan di Badiklat memiliki nilai publikasi yang bermakna. Dokumentasi, pelaporan, dan distribusi pesan yang rapi akan menjadi kunci untuk memperkuat branding lembaga di mata masyarakat hukum dan publik luas.
Menutup arahannya, Tiwi menyerukan semangat kolaborasi kreatif. Ia mengajak seluruh pegawai untuk meningkatkan literasi digital dan kepekaan komunikasi publik. Dengan kekuatan cerita yang jujur dan visual yang kuat, Badiklat Hukum Jawa Tengah diharapkan tampil sebagai wajah baru lembaga pelatihan hukum yang informatif, humanis, dan selaras dengan semangat ASN 2030 yang adaptif.