Inna Ma'al Usri Yusro: Pelajaran Resiliensi ASN dari Dalil Lintas Agama

Inna Ma'al Usri Yusro: Pelajaran Resiliensi ASN dari Dalil Lintas Agama


Administrator, 2 bulan yang lalu | 22



Semarang, 3 November 2025— Dalam suasana hangat Coffee Morning yang digelar di Aula Pusparaja.  Badiklat Hukum Jawa Tengah, Senin (3/11/2025), Widyaiswara Badiklat Hukum Jawa Tengah, Muh Khamdan, menyampaikan motivasi inspiratif bertajuk “Resiliensi sebagai Jalan Menuju Robust ASN 2030.” Dalam kesempatan itu, Khamdan menegaskan bahwa resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan, melainkan kompetensi adaptif yang harus menjadi bagian dari DNA ASN masa depan. “ASN yang robust adalah ASN yang lentur menghadapi tekanan, tangguh menghadapi perubahan, dan tetap berorientasi pada hasil serta integritas,” ujarnya di hadapan pejabat manajerial dan nonmanajerial Badiklat Jateng.

Dalam paparannya, Khamdan menekankan bahwa resiliensi merupakan bagian penting dari nilai budaya kerja ASN, yakni BerAKHLAK, khususnya pada aspek adaptif. Menurutnya, ASN yang adaptif tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru, tetapi juga mampu mengubah tantangan menjadi peluang untuk berinovasi dan berkontribusi lebih besar bagi publik. “Kita tidak bisa menghindari perubahan, tetapi kita bisa memperkuat diri agar mampu menaklukkan perubahan itu,” katanya sembari menegaskan pentingnya membangun mindset pembelajar di setiap lini birokrasi.

107.jpg 229.8 KB


Dalam sesi yang berlangsung reflektif itu, Khamdan juga mengutip dalil lintas agama sebagai refleksi spiritual dari makna resiliensi. Ia mengingatkan peserta pada pesan dalam Al-Qur’an, surah Asy-Syarh ayat 6, “Fa inna ma’al ‘usri yusra” bahwa sesungguhnya, setelah kesempitan pasti ada kelapangan. “Ayat ini mengajarkan bahwa setiap tekanan hidup dan pekerjaan membawa janji kemudahan bagi yang bersabar dan terus berusaha,” ujarnya. Tak hanya itu, Khamdan juga mengutip pesan dalam Kitab Roma 5:3–4, sebagaimana “Penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan tahan uji, dan tahan uji menghasilkan pengharapan.” Menurutnya, nilai-nilai spiritual lintas iman ini memperkaya makna resiliensi ASN dalam mengabdi secara ikhlas dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan Coffee Morning yang dihadiri seluruh pegawai Badiklat Hukum Jawa Tengah itu berlangsung penuh semangat dan reflektif. Beberapa peserta mengaku termotivasi untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi target kerja dan perubahan kebijakan. “Resiliensi bukan hanya tentang bertahan, tetapi tentang tumbuh lebih kuat dari setiap tantangan,” pungkas Khamdan. Suasana pagi itu di Aula Pusparaja terasa bukan sekadar temu santai, melainkan menjadi momentum peneguhan tekad bersama menuju Robust ASN 2030. Karakter ASN yang tangguh, berintegritas, dan berdaya ubah bagi Indonesia.

Kegiatan Coffee Morning yang dihadiri seluruh pegawai Badiklat Hukum Jawa Tengah itu berlangsung penuh semangat dan reflektif. Beberapa peserta mengaku termotivasi untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi target kerja dan perubahan kebijakan. “Resiliensi bukan hanya tentang bertahan, tetapi tentang tumbuh lebih kuat dari setiap tantangan,” pungkas Khamdan. Suasana pagi itu di Aula Pusparaja terasa bukan sekadar temu santai, melainkan menjadi momentum peneguhan tekad bersama menuju Robust ASN 2030. Karakter ASN yang tangguh, berintegritas, dan berdaya ubah bagi Indonesia.
.
@kemenkum
@bpsdm_kemenkum
@kemenkumjateng
#KementerianHukum
#LayananHukumMakinMudah
#BPSDMHukum
#badiklatjatengpastiwbbm 


Semarang, 3 November 2025— Dalam suasana hangat Coffee Morning yang digelar di Aula Pusparaja.  Badiklat Hukum Jawa Tengah, Senin (3/11/2025), Widyaiswara Badiklat Hukum Jawa Tengah, Muh Khamdan, menyampaikan motivasi inspiratif bertajuk “Resiliensi sebagai Jalan Menuju Robust ASN 2030.” Dalam kesempatan itu, Khamdan menegaskan bahwa resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan, melainkan kompetensi adaptif yang harus menjadi bagian dari DNA ASN masa depan. “ASN yang robust adalah ASN yang lentur menghadapi tekanan, tangguh menghadapi perubahan, dan tetap berorientasi pada hasil serta integritas,” ujarnya di hadapan pejabat manajerial dan nonmanajerial Badiklat Jateng.

Dalam paparannya, Khamdan menekankan bahwa resiliensi merupakan bagian penting dari nilai budaya kerja ASN, yakni BerAKHLAK, khususnya pada aspek adaptif. Menurutnya, ASN yang adaptif tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru, tetapi juga mampu mengubah tantangan menjadi peluang untuk berinovasi dan berkontribusi lebih besar bagi publik. “Kita tidak bisa menghindari perubahan, tetapi kita bisa memperkuat diri agar mampu menaklukkan perubahan itu,” katanya sembari menegaskan pentingnya membangun mindset pembelajar di setiap lini birokrasi.

107.jpg 229.8 KB


Dalam sesi yang berlangsung reflektif itu, Khamdan juga mengutip dalil lintas agama sebagai refleksi spiritual dari makna resiliensi. Ia mengingatkan peserta pada pesan dalam Al-Qur’an, surah Asy-Syarh ayat 6, “Fa inna ma’al ‘usri yusra” bahwa sesungguhnya, setelah kesempitan pasti ada kelapangan. “Ayat ini mengajarkan bahwa setiap tekanan hidup dan pekerjaan membawa janji kemudahan bagi yang bersabar dan terus berusaha,” ujarnya. Tak hanya itu, Khamdan juga mengutip pesan dalam Kitab Roma 5:3–4, sebagaimana “Penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan tahan uji, dan tahan uji menghasilkan pengharapan.” Menurutnya, nilai-nilai spiritual lintas iman ini memperkaya makna resiliensi ASN dalam mengabdi secara ikhlas dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan Coffee Morning yang dihadiri seluruh pegawai Badiklat Hukum Jawa Tengah itu berlangsung penuh semangat dan reflektif. Beberapa peserta mengaku termotivasi untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi target kerja dan perubahan kebijakan. “Resiliensi bukan hanya tentang bertahan, tetapi tentang tumbuh lebih kuat dari setiap tantangan,” pungkas Khamdan. Suasana pagi itu di Aula Pusparaja terasa bukan sekadar temu santai, melainkan menjadi momentum peneguhan tekad bersama menuju Robust ASN 2030. Karakter ASN yang tangguh, berintegritas, dan berdaya ubah bagi Indonesia.

Kegiatan Coffee Morning yang dihadiri seluruh pegawai Badiklat Hukum Jawa Tengah itu berlangsung penuh semangat dan reflektif. Beberapa peserta mengaku termotivasi untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi target kerja dan perubahan kebijakan. “Resiliensi bukan hanya tentang bertahan, tetapi tentang tumbuh lebih kuat dari setiap tantangan,” pungkas Khamdan. Suasana pagi itu di Aula Pusparaja terasa bukan sekadar temu santai, melainkan menjadi momentum peneguhan tekad bersama menuju Robust ASN 2030. Karakter ASN yang tangguh, berintegritas, dan berdaya ubah bagi Indonesia.
.
@kemenkum
@bpsdm_kemenkum
@kemenkumjateng
#KementerianHukum
#LayananHukumMakinMudah
#BPSDMHukum
#badiklatjatengpastiwbbm